Senin, 19 September 2016
ANDA AKAN MENETESKAN AIR MATA SETELAH BACA INI.!! SURAT DARI PEJUANG HAMAS PALESTINA DI GAZA UNTUK INDONESIA!! BANTU SEBARKAN DEMI SAUDARA KITA
Kenapa saya pilih kirim surat ini untuk kalian di Indonesia? Namun bila kalian tetaplah kemukakan pertanyaan kepadaku, mungkin saja satu – satunya jawaban yang saya mempunyai yaitu karena negeri kalian berpenduduk muslim paling banyak di atas bumi ini, bukanlah demikian saudaraku?
Saat saya menunaikan beribadah haji setahun lebih silam, waktu pulang dari melempar jumrah, saya pernah berteman dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, ia menyampaikan kepadaku, tiap-tiap th. musim haji ada sekitaran 205 ribu jama’ah haji datang dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang begitu fantastis dan buat saya berdecak mengagumi bakal.
Lalu saya mengataka padanya, saudaraku, apabila jumlah jama’ah haji asal Gaza mulai sejak th. 1987 sampai saat ini dikombinasi, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam 1 musim haji saja. Walaupun sesungguhnya jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Waaah pasti uang kalian begitu banyak, terutama menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan itu yang menunaikan beribadah haji yang ke dua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia, pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa kami tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Pasti begitu indah dan mempesona. Negeri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya kenali tentang negeri kalian.
Tentu ibu – ibu disana sangat mudah menyusui bayi – bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko – toko dan sebagian wanita hamil kalian mungkin saja dengan mudah bersalindi rumah sakit yang mereka kehendaki. Ini yang membuatku iri padamu saudaraku., tidak seperti di negeri kami ini. Kerapkali tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih komplit alatnya di daerah Rafah. Sampai istri kami sangat terpaksa melahirkan di atas mobil, saudaraku!
Susu formula bayi yakni barang langka di Gaza sejak mulai kami diblokade 2 th. waktu itu, namun istri kami tetaplah menyusui bayi – bayinya dan menyapihnya hingga 2 th. lamanya, walaupun kadang-kadang untuk bikin lancar ASI mereka, istri kami ikhlas minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negeri kalian tuturnya banyak masalah pembuangan bayi yg tak terang siapa ayah dan ibunya. Terkadang diketahui mati di parit – parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi di tv.
Dan yang buat saya terkejut dan merinding, nyata-nyatanya negeri kalian yakni negeri yang tertinggi permasalahan arbosinya untuk tempat Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, hingga orang bisa kerjakan hal hina seperti itu?
Kelihatannya kalian belum menghormati arti satu nyawa. Memang hampir keseharian di Gaza mulai sejak penyerangan Israel, kami lihat bayi – bayi kami mati. Namun, tidaklah di selokan – selokan atau got – got terlebih di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket Israel! Kami peroleh mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing – puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudraku, buat kami nilai seorang bayi adaalh aset perjuangan kami pada penjajah Yahudi. Mereka yakni mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini.
Perlu kalian tahu, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara – saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 orang salah satunya yaitu anak – anak kami. Namun mulai sejak penyerangan itu juga hingga hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan subhanallah biasanya mereka yakni anak laki – laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa sajakah yang kalian tanam bakal tumbuh dan berbuah, akan tetapi kenapa di negeri kalian masihlah ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? apa negeri kalian di blokade juga?
Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, terlebih sampai mati kelaparan, walaupun sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian begitu manja! Saya yaitu pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS telah 7 bln. ini belum terima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencangkupkan rizki buat kami.
Perlu kalian ketahui juga, bln. ini saja ada sekitaran 300 pakai pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya mereka menikah di sela – sela serangan agresi Israel. Mereka mengatakan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku. Dan perdana menteri kami Ust. Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan untuk semua keluarga baru itu.
Wahai saudaraku di Indonesia, terkadang sayapun iri, bila saya bisa rasakan pengajian atau
halaqah pembinaan di negeri antum (anda). Seperti yang dikisahkan rekan saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin saja kalian yang telah baca. Dan banyak buku – buku tentu sudah kalian baca. Kalian juga semangat kan? itu karena kalian miliki waktu.
Kami tidak mempunyai waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu yaitu waktu yang dibanderol untuk kami disini untuk halaqoh. Kemudian kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai sama pekerjaan yang diperoleh pada kami. Kami disini begitu menanti- nantikan saat halaqah itu walaupun hanya 1 jam. Tentu kalian bersukur. Kalian miliki waktu untuk menegakkan rukun – rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum dan takaful disana.
Hafalan antum pasti makin banyak dari pada kami. Semua pegawai dan pejuang hamas disini mesti mmenghafal Surah Al – Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela – sela wkatu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?
Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia yaitu 1 di antara 100 anak yang th. ini menghafal Al – Qur’an dan umurnya baru 10 th..
Saya yakini anak – anak kalian lebih lebih cepat menghafal Al-Qur’an dari pada anak – anak kami disini. Di Gaza tak ada SDIT seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak – anak belajar diantara puing – puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah di ratakan, di atasnya diberi beberapa helai daun kurma.
Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi setoran hafalan Qur’an mereka bergemuruh diantara bunyi – bunyi senapan tentara Israel. Ayat – ayat jihad paling cepat mereka hafal. Karena benar-benar di depan mereka tafsirnya, selekasnya mereka rasakan. Oh iya, kami harus berterima kasih pada kalian semua, saksikan solidaritas yang kalian tunjukkan pada orang-orang dunia. Kami melihat tindakan demo – demo kalian. Subhanallah, kami demikian terhibur, karena kalian rasakan apa yang kami rasakan disini.
Memang banyak orang-orang dunia yang menangisi kami disinim termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, tidaklah tangisan kalian yang kami butuhkan, saudaraku. Biarlah butiran air matamu yaitu catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian pada kami. Do’a – do’a dan dana telah kami rasakan faedahnya.
Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi yakni giliran saya melindungi kantor, tugasku untuk menunggu apabila ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nantinya saya menginginkan sambung dengan surat yang lain lagi.
Salam untuk semua pejuang –pejuang Islam, ulama – ulama dan calon Mujahidin – mujahidin kalian.
*Abdullah Gaza
Semua isi surat ini telah diterjemahkan ke Bhs Indonesia dari Bhs Arab, yang dikirim oleh seorang bernama Abdullah Al-Ghaza yang mengakui dari Gaza city-Jalur Gaza melalui surat elektronik dan artikel diterbitkan oleh Buletin Islami.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar