Minggu, 02 Oktober 2016
Semua Polisi Tertawa Terpingkal-pingkal, Setelah Mendengar Pernyataan Lucu Dimas Kanjeng Ini Tentang Mahluk Halus Miliknya...
Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring aparat Kepolisian menuju ruang pemeriksaan di Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jawa timur, Rabu (28/9/2016). Taat Pribadi ditahan Polisi karena diduga jadi otak pemb-n-han mantan jamaahnya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Penjemputan paksa pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Kabupaten Probolinggo, Kamis minggu lalu, tersisa cerita lucu untuk tim polisi.
Ada satu pernyataan Dimas Kanjeng yang bikin polisi terpingkal-pingkal saat satu mobil dengannya dalam perjalanan ke Markas Polda Jawa Timur.
Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jawa timur AKBP Cecep Ibrahim, yang saat itu sebagai ketua tim penangkapan, menceritakan, setelah ditangkap dari dalam padepokan, Dimas Kanjeng segera dibawa dalam mobil khusus untuk dibawa ke Markas Polda Jawa timur di Surabaya dengan didampingi beberapa polisi.
Dengan iseng, dalam perjalanan, dia ajukan pertanyaan pada Dimas Kanjeng yang tuturnya bisa melipat-gandakan duit.
" Katanya dapat melipat-gandakan duit, tolong dong, isi mobil ini dengan uang, " kata Cecep, Jumat (30/9/2016).
Dimas Kanjeng dengan santainya waktu itu menjawab tidak bisa karena tindakan itu harus dibantu dengan pertolongan makhluk halus yang diperintahnya.
" Sekarang ini mereka (makhluk halus) tidak dapat, Pak, tadi mereka terkena gas air mata, " kata Dimas Kanjeng.
Dimas Kanjeng Patuh Pribadi digiring aparat Kepolisian menuju ruang kontrol di Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jawa timur, Rabu (28/9/2016). Taat Pribadi ditahan Polisi karena diduga jadi otak pemb-n-han mantan jamaahnya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Mendengar jawaban itu, semua polisi yang ada di mobil sontak tertawa.
" Memangnya makhluk halus dapat terserang gas air mata ya? " kata Cecep kembali ajukan pertanyaan pada Dimas Kanjeng.
G4s air mata, kata Cecep, memang pernah di keluarkan oleh polisi untuk menyingkirkan dan membubarkan pengikut Dimas Kanjeng yang membuat barisan bikin perlindungan padepokan.
Dimas Kanjeng sendiri, kata dia, diketahui sedang bersembunyi di ruang fitness bersamaan istrinya. Ruangan itu terkunci dari luar. Polisi harus mendobrak agar bisa masuk ke ruang itu.
Dimas Kanjeng, lanjut Cecep, pernah mengaku sebagai pembantu lantaran mengenakan pakaian demikian sederhana.
Dia dijemput paksa karena tiga kali mangkir panggilan polisi untuk diperiksa berkaitan sangkaan keterlibatannya dalam masalah pemb-n-han dua anak buahnya.
Sebanyak 1. 000 lebih polisi di turunkan dalam penjemputan paksa itu untuk hadapi perlawanan ribuan pengikut Dimas Kanjeng. (Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar