Rabu, 05 Oktober 2016

Beginilah Jeritan Ruh Kepada Pemandi Jenazah (Bikin Merinding Membacanya)...


Ketika ajal telah datang, maka terputus sudah semua urusan didunia. Manusia bakal menuju alam barzah serta menunggu datangnya hari kiamat. Mereka yang masihlah hidup, memiliki kewajiban untuk mengurus jenazah.

Dari mulai memandikan jenazah, mengkafani, menshalatkan, sampai mengantarkan ke liang lahat. Dari banyak prosesi ini, memandikan jenazah lah yang paling susah. Karena itu, banyak pihak keluarga yang mengundang pemandi jenazah untuk membersihkan kondisi mayit.

Ternyata, ada peristiwa yang dijelaskan Rasulullah SAW ketika proses pemandian mayit. Ruh jenazah itu memanggil dengan nada didengar semua makhluk, kecuali jin serta manusia. Seperti apa? Berikut penjelasannya selengkapnya.

Kitab karya Imam Abdirrahin bin Ahmad Al-Qadhiy menjelaskan tentang bagaimana sakitnya saat melakukan sistem sakaratul maut. Sesudah malaikat Izrail sudah menyelesaikan tugasnya, maka tubuh yang sudah jadi jenazah bakal dimandikan, untuk lalu dikafani, disalatkan serta dimakamkan.

Dikisahkan oleh Aisyah ra, ketika itu, Ia tengah menunggu suaminya Rasulullah SAW kembali ke rumah. Ia mengucapkan salam serta lalu berdiri untuk menyambut sang Nabi kecintaan Allah tersebut .

“Duduklah di tempatmu, tidak usah berdiri wahai Ummul Mukminin, ” begitu ucap Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW lalu ikut duduk bersama Aisyah serta lalu meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya itu. Aisyah lalu mencari uban pada jenggot Rasulullah serta menemukan 19 helai rambut yang telah memutih.

Aisyah lalu berpikir dalam hatinya, " Sesungguhnya baginda bakal meninggalkan dunia ini sebelum saya sehingga tetaplah satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya. " Jadi Ia juga menangis hingga mengalir air matanya jatuh menitis di wajah Baginda Rasulullah.
 
Sadar terkena tetasan air mata istrinya, Rasulullah juga lalu terbangun dari tidurnya. “Wahai ummul mukminin, apa yang membuatmu menangis? “tutur Rasulullah SAW.

Aisyah ra kemudian menceritakan apa yang ia rasakan setelah melihat uban-uban Rasulullah SAW tersebut .
 
“Tahukah anda, kondisi apakah yang paling menyusahkan untuk mayit? ” Kata Rasulullah SAW.

“Tidak ada kondisi yang paling menyusahkan atas diri mayit dari waktu keluar dari tempat tinggalnya, anak-anak yang ditinggalkan berada di belakangnya, dan menangisinya, ” kata Rasulullah.

“Itu memang menyakitkan, namun masih ada lagi yang jalan pedih dari itu, ” sahut Rasulullah SAW. “Tidak ada keadaan yang lebih berat atas diri mayit dari waktu dia dimasukkan dalam liang lahat serta dikubur di bawah tanah, beberapa kerabat, anak serta istrinya meninggalkannya pulang. Setelah itu datanglah Malaikat Munkar serta Nakir dalam kuburnya, ” tutur Aisyah.

Baginda lalu tersenyum simpul mendengar jawaban istrinya ini. Beliau lalu menjelaskan kalau sesungguhnya waktu yang paling berat untuk mayit yaitu saat datangnya “Tukang Memandikan Mayit. ”

Pemandi jenazah biasanya bakal melepaskan cincin yang dipakai si mayit, melepas pakaiannya lalu memandikannya. Waktu itu, ruh bakal menjerit kuat di mana suaranya bisa didengar oleh semua makhluk terkecuali jin serta manusia.

“Apa yang diserukan oleh ruh itu ya Rasulullah? “ bertanya Aisyah.

“Hai tukang memandikan, untuk Allah saya memohon kepadamu supaya engkau mencopot bajuku dengan pelan-pelan, karena sesungguhnya saat ini saya tengah istirahat dari sakitnya pencabutan nyawa dari Malaikat Maut, “ begitu ungkap Rasulullah SAW.

Aisyah lalu makin penasaran, “Lalu apa yang diserukan lagi oleh ruh …? “tanya Aisyah ra lagi.

“Hai tukang memandikan, untuk Allah jangan engkau tuang air panas, janganlah engkau gunakan air panas dan jangan pula air dingin, sesungguhnya jasadku sudah terbakar sebab dicabutnya nyawaku, “papar Rasulullah SAW.

“Lalu saat dimandikan, apa yang diserukan oleh ruh itu …? “tanya Aisyah ra lagi.

Serta saat dimandikan, ruh itu berkata, “Demi Allah, hai tukang memandikan, jangan sampai engkau pegang diriku sangat kuat, sesungguhnya jasadku masih terluka lantaran keluarnya nyawa, “tutur Rasulullah SAW.

Mudah-mudahan penjelasan mengenai ini menambah rasa takut kita pada Allah SWT. Bila memiliki rujukan yang lebih komplit, silahkan memberikan informasi pada kolom yang sudah ada. Terimakasih sahabat tolongshareya yang telah membaca.

sumber : infoyunik. com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar