Jumat, 23 September 2016
WAJIB DI KETAHUI!! Inilah Ciri-Ciri Orang Yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah SWT Dan Rasulullah SAW, Share Ya
Semua muslim yang taat, beriman serta bertaqwa Insya Allah bakal dimasukkan dalam bebrapa golongan penghuni surga. Jadi penghuni surga bergantung apa yang kita lakukan didunia ini. Menjalankan kewajiban perintah Allah SWT pastinya harus dilakukan setiap hari (shalat 5 saat). Serta banyak sekali amalan-amalan yang memberikan keimanan serta ketakwaan seorang muslim. Jika menginginkan tahu seperti apa orang yang dijamin masuk surga, Di bawah ini cirri-ciri orang yang dijamin masuk surga oleh Allah SWT serta Rasulullah SAW.
1. Memberi Makan Kepada Orang yang Membutuhkan
Rasulullah saw bersabda : “Sembahlah Allah Yang Maha Rahman, berikanlah makan, tebarkanlah salam, pasti anda masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi)
Kebutuhan untuk makan serta minum adalah kebutuhan paling pokok untuk semua orang. Telah seharusnya untuk seorang muslim yang dapat untuk membantu atau memberi makanan untuk muslim yang lain yang membutuhkan (kekurangan makanan). Ini salah satu cara untuk menjadi penduduk surga
2. Menyambung Silaturrahim Sesama Muslim
Rasulullah saw bersabda : “Tidak bakal masuk surga orang yang sukai memutuskan, Sufyan berkata dalam riwayatnya : yaitu memutuskan tali persaudaraan ” (HR. Bukhari serta Muslim).
“Ketika Rasulullah saw bertanya pada pada sahabat mengenai maukah saya katakan pada kalian mengenai orang yang bakal jadi penghuni surga? salah satunya beliau menjawab : Seorang lelaki yang mengunjungi saudaranya di penjuru kota dengan ikhlas karena Allah ” (HR. Ibnu Asakir, Abu Na’im serta Nasa’i).
Menjaga tali persaudaraan sesama muslim begitu penting. Jangan sampai mengambil keputusan sillaturrahim. Allah SWT bakal membenci orang seperti ini. Jalinan dengan sesama manusia harus dijalin dengan baiknya. Serta paling utama melindungi jalinan sesama yang datang dari rahim Ibu (saudara dalam nasab). Melindungi tali sillaturrahim salah satu jaminan masuk surga seperti hadits Nabi Muhammad SAW di atas.
3. Mendirikan Shalat Malam
Tempat terpuji di segi Allah swt yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan yang tidak ada terkira, karena itu salah satu cara yang dapat kita kerjakan untuk dapat di beri tempat yang terpuji itu adalah dengan melaksanakan shalat tahajjud waktu banyak manusia yang tertidur lelap, Allah swt berfirman : “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah anda sebagai satu beribadah tambahan bagimu ; Semoga Tuhan-mu mengangkat anda ke tempat yang Terpuji ” (QS Al Isra 17 : 79).
Banyak orang malas bangun untuk Shalat malam. Sungguh besar pahala untuk seorang muslim bangun tengah malam untuk membangun shalat sunat yakni shalat tahajjud. Dengan ini kita bakal merasa dekat dengan Allah SWT. Seorang yang rajin mendirikan shalat malam Insya Allah dimudahkan jadi penghuni surga.
4. Memudahkan Orang Lain.
Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah memudahkannya didunia serta akhirat ” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
Kehidupan manusia tentu mengalami gunakan surut. Ada saatnya hidup dengan dalam kemudahan, serta datangnya bebrapa saat susah. Sesama umat muslim telah sepatutnya untuk membantu orang lain (memudahkan orang lain). Ini dapat adalah salah satu perjuangan untuk jadi penghuni surga.
5. Berjihad Fi Sabilillah di jalan Allah SWT
Dari zaman dulu hingga hari akhir kelak, Islam adalah agama yang perlu senantiasa ditegakkan di bumi ini. Islam adalah agama paling benar. Bila ada pihak yang menghambat agama Islam, yang perlu dilakukan yaitu melawan. Berjihad dijalan Allah untuk kebenaran Islam untuk memerangi kafir-kafir. Berjihad dengan pengorbanan jiwa serta harta untuk mendapat Ridha dari Allah SWT.
6. Tak Memiliki Sifat Sombong.
Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang mati serta ia terbebas dari tiga hal, yaitu sombong, fanatisme serta utang, jadi ia akan masuk surga ” (HR. Tirmidzi).
Penyakit hati banyak, salah satunya adalah kesombongan. Ini adalah sifat berasumsi dirinya lebih hebat serta menyepelekan orang lain. Jauhkan karakter kesombongan adalah sifat Iblis waktu Allah menuntut iblis pada penciptaan Nabi Adam AS. Iblis mendapat laknat dari Allah SWT hingga hari akhir.
7. Tak Memiliki Fanatisme Yang Berlebihan.
Tak dapat disangkal kalau manusia termasuk kaum muslimin hidup dengan latar belakang yang berbeda-beda, termasuk latar belakang grup, baik karena kesukuan, kebangsaan ataupun bebrapa kelompok ber-dasarkan organisasi maupun paham keagamaan serta partai politik, hal semacam ini disebut dengan ashabiyah.
8. Terlepas Dari Utang di Duniawi.
Rasulullah saw bersabda : “Berhati-hatilah dalam berutang, sesungguhnya berutang itu satu kesedihan pada malam hari serta kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari ” (HR. Baihaki)
Kerjakan hutang-hutangmu sesama muslim serta kafir sebelum ajal menjemput. Jangan pernah hutang jadi penghalang di hari akhir nanti. Ketika hari pembalasan setiap orang berhutang bakal ditagih serta penagih bakal memohon pahala untuk dianya supaya menjadi tambahan untuk meringankan dosanya. Jadi, lunasilah hutang di bumi.
9. Peka Pada Peringatan.
Sensitif pada peringatan bikin seorang mudah menerima semua peringatan serta nasehat dari siapapun supaya waspada pada semua bahaya dalam kehidupan didunia serta akhirat, sikap ini adalah sesuatu yang sangat penting karena setiap manusia sangat membutuhkan peringatan dari orang lain, karenanya orang seperti itu bakal mudah menempuh jalan hidup yang benar hingga memperoleh jaminan bakal masuk kedalam surga.
10. Menahan Sifat Amarah
Rasulullah saw bersabda : “Marah itu bisa merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu ” (HR. Baihaki).
Rasulullah saw bersabda : “Orang kuat tidaklah yang bisa mengalahkan musuh, tetapi orang yang kuat yaitu orang yang bisa mengontrol dirinya saat marah ” (HR. Bukhari serta Muslim).
Geram atau Al ghadhab adalah sifat yg tidak baik dipunyai oleh seseorang muslim. Ini bakal menghancurkan muslim tersebut. Marah bukan sekedar merusak sendiri namun juga sebagian orang.
Geram merusak iman seorang. Seorang yang beriman tak gampang jadi geram lantaran ia mempunyai sifat yang sabar. Geram juga bikin Allah SWT jadi murka. Jadi, jangan sampai bikin Allah murka pada sendiri jadilah orang yang sabar. Geram juga satu diantara pemutus sillaturrahim sesama muslim.
Untuk jadi satu diantara penghuni surga, mulai saat ini jauhkan diri dari api kemarahan.
11. Ikhlas Menerima Kematian Orang Yang Dicintai serta Anak
Rasulullah saw bersabda : “Tidaklah mati tiga anak seorang, lantas dia merelakannya (lantaran Allah) kecuali dia masuk surga”. Seseorang wanita bertanya : “atau dua orang anak juga, wahai Rasulullah? ”. Beliau menjawab : “atau dua anak” (HR. Muslim).
Relakan jika seorang yang di cintai wafat dunia. Apakah itu kedua orang tua, anak, suami, istri atau saudara seiman. Jangan larut dalam kesedihan lantaran kepergian orang yang di cintai, ini bakal jadi penghalang masuk surga. Belajarlah jadi orang yang ikhlas, Insya Allah bakal dilimpahkan Rahmat oleh Allah SWT.
12. Bersaksi Atas Kebenaran Kitab Suci Al-Qur’an.
Al-Qur’an adalah kitab suci yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya oleh setiap muslim, tetapi fakta menunjukkan tak semua muslim ingin bersaksi dalam arti jadi pembela kebenaran Al-Qur’an dari orang yang menentang serta meragukannya, bahkan banyak muslim yang akhimya larut dengan usaha kelompok non muslim yang berusaha meragukan kebenaran mutlak Al-Qur’an.
13. Berbagi Pada Orang Lain yang Membutuhkan.
Banyak kebaikan yang perlu kita lakukan dalam hidup ini hingga kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan itu membuat kita jadi manusia yang dirasakan manfaat keberadaan kita untuk orang lain hingga apapun yang kita punyai berikan manfaat yang besar untuk orang lain terlebih apabila hal itu memang sangat dibutuhkan oleh manusia.
14. Hakim Yang Berlaku Benar Sesuai syariat Allah SWT.
Rasulullah saw bersabda : Hakim-hakim itu ada tiga golongan, dua kelompok di neraka serta satu kelompok di surga : Orang yang tahu yang benar lantas memutus dengannya, jadi dia di surga. Orang yang memberikan keputusan pada orang-orang diatas kebodohan, jadi dia itu di neraka serta orang yang tahu yang benar lantas dia menyeleweng dalam memberikan keputusan, jadi dia di neraka (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’l, Ibnu Majah)
Jadi hakim salah satu pekerjaan berat di duniawi. Sebagai hakim dituntut mesti berlaku seadil-adilnya dalam memutuskan siapa yang bersalah serta siapa yg tidak bersalah. Bila jadi hakim yang tidak adil serta tak bijaksana, bersiaplah jadi penghuni neraka. Tetapi, bila berlaku sesuai dengan syariat Allah SWT, bakal mendapat jaminan untuk masuk surga.
Bukan mudah untuk jadi seperti ciri-ciri di atas. Tetapi kita harus berusaha supaya dapat jadi orang seperi di atas untuk mendapat surga (jannah-Nya) di hari akhir nanti. Mudah-mudahan kita mendapatkan dan menjadi penghuni surga Allah SWT. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar