Jumat, 23 September 2016
SEDIH BACANYA!! Setelah 2 Tahun Berduka Karena Kepergiannya, Tanpa Sengaja Aku Melihatnya, Ternyata Dia....
Aku dan Kevin tumbuh bersama sejak kecil. Kami juga satu kuliah serta automatis, kami jadi sepasang kekasih. Demikian kami lulus, kami memutuskan untuk menikah. Tak ada rumah, mobil juga tak ada, apalagi tabungan, namun kami bekerja keras untuk hidup.
Kami berpikir untuk menunda mempunyai anak, buat hidup saja cocok banget terlebih ada anak. Namun th. ke-5 pernikahan kami, ekonomi keluarga kami mengalami peningkatan cepat! Kami mampu beli tempat tinggal, mobil, serta lain sebagainya. Namun, tiba-tiba datang sebuah kabar, suamiku alami kecelakan maut.
Kecelakaan mobil itu mengambil nyawa suamiku... Saya pingsan ketika dengar berita ini. Waktu saya sadar, saya bertemu dengan orang tua suamiku yang datang dari desa. Nyatanya, upacara pemakaman telah usai dilaksanakan, saya bahkan tak pernah melihatnya untuk terakhir kalinya.
Kondisiku lemas, saya juga pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatanku, ternyata saya hamil 2 bln.. Anak dalam kandunganku yaitu hasil dari cinta kami berdua, karena itu, saya berjuang keras untuk melahirkan serta membesarkannya sebagai bukti cintaku kepadanya!
Namun orang tua Kevin, suamiku tak setuju! Mereka memintaku untuk lakukan aborsi. Alasan mereka tidak dapat kuterima. Mereka berkata bila saya masih sangat muda untuk menjaga seorang anak. Tetapi, saya tetap bersikeras untuk melahirkan anak ini. Setahun kemudian, saya mendapatkan berita bila orang tua suamiku telah pindah serta sejak waktu itu, saya tak pernah bisa menghubungi mereka kembali.
2 tahun pun berlalu, saya bekerja di kota lain. Managerku, Hendra, begitu suka pada pekerjaanku serta dia iba dengan kisahku 2 th. ini. Dia yaitu seorang pria yang tangguh serta saya sebagai seorang janda yang masih memerlukan pria untuk diandalkan, akhirnya saya menerima cintanya.
Hari itu, aku dan Hendra jalan-jalan jalan di kota serta ketika itu, saya melihat wajah yang begitu tak asing! Wajah itu seperti sangat kukenal, ternyata dia suamiku yang telah meninggal! Saya Shock! Tidak tahu harus marah atau tak! Saya melihat seorang wanita muda keluar dari ruang ubah serta dengan senyuman manisnya dia berkata ke pria itu, Kevin, " Suamiku, baju ini bagus tidak? "
Wanita ini adalah teman kuliah kami berdua! Dia wanita kaya raya serta begitu terhormat di daerah ini. Di titik itu, saya sadar! Dia tak mati karena kecelakaan! Dia serta orangtuanya berniat membuangku yang miskin ini serta menikahi wanita kaya untuk hartanya! Hatiku hancur, marah, namun tidak berdaya.
Mereka mengerti keberadaanku. Dia merangkul tangan Kevin sambil mengejek, " Oh ternyata elu disini juga? Bagaimana kehidupanmu setelah bercerai? ".
Apa!? Saya bercerai!? Saya jawab, " Kevin dan aku sama sekali tidak bercerai! Putra kami sudah berumur 2 th. sekarang, masa dia tidak kasih tahu elu? "
Saya pun gandeng tangan managerku dan pergi dari situ secepat mungkin.
Esoknya, Kevin mencariku. Dia memberiku uang 10 juta dan mengajukan perceraian. Di depan Hendra, manager serta calon suamiku, saya koyak check seharga 10 juta itu dan dengan suka hati saya langsung pergi melakukan perceraian dengannya.
Tak lama kemudian, berita burung datang ke telingaku. Perusahaan yang dia buka bangkrut serta dia bercerai lagi. Saat pihak keluarga dari selingkuhannya tahu kebenarannya, mereka memutuskan hubungan mereka. Sekarang hidupku bahagia bersama anakku dan Hendra, managerku yang baik hati.
SUMBER: http://www.merdekasiana.com/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar