Selasa, 20 September 2016

Ketika KH Maimun Zubair Ditanya Tentang WAHABI, Jawabannya Sungguh Diluar Dugaan....(Baca Selengkapnya)


ISLAMSEJATI. com - KH. Maimun Zubair atau umum dipanggil Mbah Maimun yaitu sosok ulama’ yang unik, khas serta disegani. Pesan-pesannya merakyat, bijak serta menyentuh. Walau kadang-kadang menohok namun tetaplah santun serta menyejukkan, makin memberi rasa kagum siapa saja yang mengenal serta menyimak pesan-pesannya.


Sebuah momen yang terjadi di sela-sela acara Seminar Nasional serta Bahsul Masail Islam Nusantara di Aula Rektorat Kampus Negeri Malang (UM), Malang, Jawa Timur, Februari lantas, (13/02). Narasi ini dikisahkan oleh KH Azizi Abdullah dari Kediri, berdasarkan pengalamannya saat sowan kepada KH Maimun Zubair dalam satu peluang.

Kiai Azizi waktu itu menanyakan hukum orang Wahabi yang dalam pengetahuannya yaitu kafir karena sudah mensyirik-syirikkan orang NU lantaran amaliahnya. Sontak Kiai Maimun sebagian marah dengan cara pandang Kiai Azizi ini.

“Hei, Mas, sampean jangan ngawur. Wahabi itu bukanlah kafir, Mas, namun berdosa. Lha, orang berdosa itu : yaghfiru liman yasyaa’ wa yu’addzibu man yasyaa’. Bila Allah mengampuni, ya masuk surga, bila tak diampuni ya neraka, ” kata Mustasyar PBNU ini.

“Kalau kafir kan tentu masuk neraka. Sampean ini janganlah main hukum kafir begitu saja, wong sampean saja belum tentu masuk surga. Ngapain ngurusi orang lain, ” tambahnya lagi.

Kiai Maimun lalu mengimbau pada warga, supaya tidak terlalu ikut campur dengan perkataan orang lain. Baginya, yang penting yaitu menjaga akidah sendiri.

Mendengar jawaban Kiai Maimun tersebut, Kiai Azizi mengaku insaf dari asal menghukumi orang.
“Saya juga tobat, ” kata Kiai Azizi disambut tawa beberapa hadirin.

Pesan Mbah Maimun yang pantas direnungkan untuk siapa saja yang gampang mengkafirkan orang lain cuma karena tak sepaham. Ia mengingatkan bakal utamanya bangun kesadaran diri tidak untuk main-main dengan menghukumi orang lain dengan “kafir” serta tentang tidak pentingnya sibuk ngurusi orang lain.

Ternyata benar, kita memang tak pantas terasa paling benar, karena kita belum pasti masuk surga. Masuk surga atau tak, bergantung pada ridha serta pengampunan Allah swt.

Sumber : SerambiMata. com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar